Tampilkan postingan dengan label arsitektur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label arsitektur. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Juli 2015

KONSTRUKSI BANGUNAN 2 LANTAI



KONSTRUKSI BANGUNAN 2 LANTAI


DENAH
Denah adalah tampak atas bangunan yang seolah-olah dipotong secara horizontal setinggi 1m dari ketinggian 0.00 bangunan tersebut. Bagian atas bangunan yang terpotong dihilangkan sehingga bagian lantainya yang terlihat.
Denah untuk bangunan perlu mempresentasikan detail-detail dari potongan gambar dan detail struktur, untuk mempermudah pekerjaan di lapangan

STRUKTUR PONDASI
Pondasi dalam suatu bangunan merupakan bagian paling bawah dan berhubungan langsung dengan tanah. Pada struktur bangunan, pondasi berfungsi untuk memikul beban bangunan yang ada diatasnya. Untuk menghasilkan bangunan yang kokoh, pondasi juga harus direncanakan dan dikerjakan dengan sangat hati-hati. Pondasi harus diperhitungkan sedemikian rupa baik dari segi dimensi maupun secara analitis mekanis.

1. Pondasi Dangkal

Pondasi jenis ini biasanya dilaksanakan pada tanah dengan kedalaman tanah tidak lebih dari 3 meter atau sepertiga dari dari lebar alas pondasi. Dengan kata lain, pondasi ini diterapkan pada tanah yang keras atau stabil yang mendukung struktur bangunan yang tidak terlalu berat dan tinggi, dengan kedalaman tanah keras kurang dari 3 meter. Pondasi dangkal tidak disarankan untuk dilaksanakan pada jenis tanah yang kurang stabil atau memiliki kepadatan tanah yang buruk, seperti tanah bekas rawa/gambut. Bila kondisi memaksa untuk dilaksanakan pada tanah yang kurang stabil, harus diadakan perbaikan tanah terlebih dahulu, dengan sistem memakai cerucup/tiang pancang yang ditanam dibawah pondasi.



2. Pondasi Dalam

Pondasi dalam adalah pondasi yang didirikan permukaan tanah dengan kedalam tertentu dimana daya dukung dasar pondasi dipengaruhi oleh beban struktural dan kondisi permukaan tanah. Pondasi dalam biasanya dipasang pada kedalaman lebih dari 3 m di bawah elevasi permukaan tanah. Pondasi dalam dapat dijumpai dalam bentuk pondasi tiang pancang, dinding pancang dan caissons atau pondasi kompensasi . Pondasi dalam dapat digunakan untuk mentransfer beban ke lapisan yang lebih dalam untuk mencapai kedalam yang tertentu sampai didapat jenis tanah yang mendukung daya beban strutur bangunan sehingga jenis tanah yang tidak cocok di dekat permukaan tanah dapat dihindari.

TANGGA



Bagian – bagian dari struktur tangga

Pondasi tangga

– Sebagai dasar tumpuan (landasan) agar tangga tidak mengalami penurunan, pergeseran.
– Pondasi tangga bisa dari pasangan batu kali, beton bertulang atau kombinasi dari kedua bahan dan pada dibawah pangkal tangga harus diberi balok anak sebagai pengaku pelat lantai, agar lantai tidak menahan beban terpusat yang besar.

Ibu tangga

– Merupakan bagian dari tangga sebagai konstruksi pokok yang berfungsi untuk mendukung anak tangga.

Anak tangga

– Anak tangga berfungsi sebagai bertumpunya telapak kaki, dibuat dengan jarak yang sama dan selisih tinggi (trap) dibuat, supaya kaki yang melangkah menjadi nyaman, enak untuk melangkah, bentuk anak tangga dapat divariasikan sesuai selera pemilik atau arsiteknya.

Pagar tangga

– Pagar tangga atau reilling tangga adalah bagian dari struktur tangga sebagai pelindung yang diletakkan disamping sisi tangga dan di pasang pada/ diatas ibu tangga untuk melindungi agar orang tidak terpelosok jatuh.
– Pagar tangga dapat dibuat dengan macam – macam variasi agar lebih artistik dan pada lantai tingkat disekitar lubang tangga harus dipasang juga pagar pengaman agar penghuni tidak terjerumus jatuh.
Penggunaan tangga
– Merupakan batang yang di pasang sepanjang anak tangga untuk bertumpunya tangan agar orang turun naik tangga merasa lebih aman, pegangan tangga bertumpu pada tiang – tiang tangga yang tertanam kuat pada ibu tangga.

Bordes

– Adalah pelat datar diantara anak – anak tangga sebagai tempat beristirahat sejenak, bordes di pasang pada bagian sudut tempat peralihan arah tangga yang berbelok.
– Untuk rumah tinggal, lebar bordes antara 80 – 100 cm dan untuk bangunan umum, lebar bordesnya dibuat antara 120 – 200 cm.

Untuk merencanakan tangga maka bisa digunakan rumus tangga sebagai berikut :
1 Aantrade + 2 Optrade = 57 ampai dengan 60 cm
Toleransi 57 – 60 cm ini menyesuaikan dengan panjang langkah orang dewasa dengan tinggi badan normal itu rata-rata 57 – 60 cm.

Menurut riset bahwa pada saat mengangkat kaki dalam arah vertikal untuk tinggi angkatan kaki tersebut itu dibutuhkan tenaga 2 kali lipat dibandingkan kaki pada saat melangkah dalam arah horisontal. Sebagai idealisasi kita abil contoh sebagai berikut :

Sebuah bangunan bertingkat dengan tinggi lantai 3.50 m, anak tangga tegak (optrade) diperkirakan 18 cm. Jadi jumlah optrade = 350 : 18 = 18, 4 buah maka dibulatkan = 19 buah
sehingga optradenya menjadi = 350 : 19 = 18.4 cm. Ukuran ini harus diteliti benar sampai ukuran dalam milimeter. Kita lihat berdasarkan rumus tangga :
1 aantrade + 2 optrade = 57 – 60 cm
Lebar aantrade (57 a’ 60 ) – 2 x 18.4 = 20. 2 a’ 23.2 cm dalam ini ukurannya boleh dibulatkan menjadi antara 20 dan 23

RANGKA ATAP


Rangka atap (roof truss) adalah sistem struktur yang berfungsi untuk menopang/menyangga penutup atap, dengan elemen-elemen pokok yang diri dari: kuda-kuda (truss), usuk/kasau (rafter), dan reng (roof batten). Truss merupakan struktur rangka batang (kuda-kuda) sebagai penyangga utama rangka atap, yang terdiri dan batang utama luar (chords) dan batang Iam (webs), dan yang berfungsi untuk menahan gaya aksial (tarik dan tekan), maupun momen lentur

Konstruksi atap rangka kayu memiliki elemen-elemen sebagai berikut

Kuda-kuda

Kuda-kuda merupakan penopang (iga-iga) yang menyalurkan gaya tekan, sedangkan balok dasar pada kuda - kuda yang berfunfsi sebagai penahan dasar gaya tarik, serta tiang tengah (ander) yang mendukung balok bubungan (molo) dan menerima gaya tekan.

Gording merupakan sebagai penyangga kasau (usuk) tenletak pada kuda penopang dibutuhkanjikajarak antara bantalan dan bubungan> 2 m.

Kasau / Usuk merupakan balok melintang di atas balok dinding (bantalan), gording, dan bubungan serta berfungsi sebagai penyangga reng. Ujung bawah kasau diteruskan menonjol pada dinding rumah ke luar, membentuk lebar tritisan yang dikehendaki.

Reng merupakan bilah yang melintang di atas kasau dan berfungsi sebagai tempat menempatkan posisi genteng, sedangkan ring balok diletakkan di bagian puncak dinding dan berfungsi sebagai pendukung balok kuda-kuda.

Listplank Tirisan terbuat dari papan tegak yang dipasang pada ujung bawah kasau sebagai pengikat ujung kasau. Listplank harus dilindungi terhadap cucuran air hujan dan terhadap panas matahari agar tidak cepat lapuk.

konstruksi rangka yang terletak pada sebuah bidang dan saling dihubungkan degan sendi pada ujungnya, sehingga membentuk suatu bagian bangunan yang terdiri dan segitiga-segitiga.
Pelapis atap merupakan lapisan kedap air biasanya terbuat dari seng, plastik, plat semen berserat yang biasanya diletakkan di atas kasau, Sedangkan penutup atap nerupakan lapisan kedap terhadap resapan air hujan yang sering digunakan dari bahan ijuk, rumbia, genteng, plat semen berserat, atau seng 
bergelombang.

Pada konstruksi kuda-kuda, terutama yang berkonstruksi kayu, kemiringan dan bentuk atap sangat dipengaruhi prinsip konstruktif dan bentuk konstruksi atap kayu.

LAPORAN STUDI LAPANGAN ARSITEKTUR VERNAKULAR INDONESIA

LAPORAN STUDI LAPANGAN

ARSITEKTUR VERNAKULAR INDONESIA



“ARSITEKTUR TRADISIONAL JAWA”





. Pengertian Rumah Tradisional Jawa

Rumah merupakan objek studi yang sangat penting untuk memahami arsitektur vernakular di suatu tempat. Lebih dari sekadar bangunan, rumah merepresentasikan siapa dan apa yang dilingkupinya. Di dalam arsitektur sebuah rumah terangkum aspek-aspek yang terlihat maupun tak terlihat, kerangka waktu dalam pada mana ia ada, serta kekuatan sosial budaya yang melatarbelakanginya. Selain itu, rumah mencerminkan gagasan perancangan yang secara disadari ataupun tidak dipahami oleh pemilik rumah dan perancangnya. Rumah tradisional memiliki makna dan posisi lebih dibandingkan rumah-rumah vernakular pada umumnya.

Arsitektur tradisional merupakan bentukan arsitektur yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Mempelajari bangunan tradisional berarti mempelajari tradisi masyarakat yang lebih dari sekadar tradisi membangun secara fisik. Masyarakat tradisional terikat dengan adat yang menjadi konsesi dalam hidup bersama. Untuk memahaminya, perlu dibahas orientasi umum masyarakat tradisional terlebih dahulu, sehingga dapat menampilkan gambaran keterkaitan antara morfologi bangunan tradisional dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Rumah Tradisional Jawa merupakan manifestasi dari kesatuan makrokosmos dan mikrokosmos sertanpandangan hidup masyarakat Jawa. Pembagian ruangan pada bangunan Jawa didasarkan atas klasifikasi simbolik yang diantaranya berdasarkan dua dua kategori yang berlawanan atau saling melengkapi yang oleh Tjahjono (1990) disebut sebagai dualitas (duality). Selain itu ada pemusatan (centralitas) dalam tata ruang bangunan.

Rumah Jawa yang ideal paling tidak terdiri dari dua atau tiga unit bangunan, yakni pendopo (ruang untuk pertemuan), pringgitan (ruang untuk pertunjukan) dan dalem (ruang inti keluarga). Dalem dibedakan menjadi bagian luar yang disebut dengan emperan serta bagian dalam yang tertutup dinding. Bagian dalam terdiri dari dua bagian (depan dan belakang) atau tiga bagian (depan, tengah dan belakang). Bagian belakang terdiri atas sentong kiwo, sentong tengen serta sentong tengah. Orientasi bangunan adalah arah selatan.

GAMBARAN OBYEK PENGAMATAN

3.1 LOKASI

Rumah joglo ini terletak di daerah Balemong resort Jl.Pattimura no. 1-B Sisemut, Ungaran – Central Java (50511). Joglo Kudus ini di pindahkan dari daerah Kudus yang ditemukan oleh pihak Balemong resort yang terletak 100 meter dari menara Kudus yang terkenal. Berusia sekitar 164 tahun. Kini difungsikan sebagai family suite room.

3.1 SEJARAH PENDIRIAN RUMAH

Rumah ini mulai dibangun pada tahun 2005 di Balemong resort dan tidak ada perubahan pada bagian ornamen,tata ruang,genting serta lantai. Semua masih dalam kondisi asli dari Kudus. Pintu utamanya berupa pintu geser yang bahkan sudah dari jaman dahulu memiliki fungsi yang sesuai dengan tamu yang akan datang berkunjung. Jika penghuni tidak begitu mengenal tamunya, maka yang akan dibuka adalah pintu geser yang posisinya di bagian paling luar. Pintu geser yang berada di balik pintu geser tadi khusus untuk keluarga. Sedangkan dua daun pintu besar ditengah-tengah untuk menyambut jika ada tamu agung yang datang. Untuk biaya pemindahan Rumah Joglo Kudus sendiri tidak begitu memakan banyak biaya karena semua ornamen dan lainnya masih sama seperti bentuk asli Rumah Joglo,lebih memerlukan biaya pada perawatan rumah Joglo tersebut serta pengalihan fungsi sebagai hotel.

3.1 KONSTRUKSI, TATA RUANG, RAGAM HIAS, MAKNA FILOSOFI

3.1.1 KONSTRUKSI

A. Atap

Rumah Adat Kudus memiliki atap genteng yang disebut “Atap Pencu”, dengan bangunan yang didominasi seni ukir empat dimensi (4D) khas kabupaten Kudus yang merupakan perpaduan gaya dari budaya Jawa (Hindu), Persia (Islam), Cina (Tionghoa) dan Eropa (Belanda). Rumah ini diperkirakan mulai dibangun sekitar tahun 1500-an Masehi dengan 95% kayu Jati asli. Joglo Kudus mirip dengan Joglo Jepara tetapi perbedaan yang paling kelihatan adalah bagian pintunya, Joglo Kudus hanya memiliki 1 pintu sedangkan Joglo Jepara memiliki 3 pintu.



B. Dinding

Dinding dapat dibedakan menjadi dua, yakni dinding pengisi yang menutup dan membatasi ruang dan rangka dinding yang menyangga beban dari atap.Dinding yang menutupi rumah terbuat dari kayu jati asli, baik dari bagian depan sampai belakang bagian rumah terbuat dari kayu jati asli yang berumur 164 tahun dan tetap terjaga keawetan nya hingga sekarang karena di rawat dengan cara yang benar.



C. Tiang (soko)

Tiang atau kolom yang dalam bahasa jawa biasa disebut kolom terbuat dari kayu jati asli pada bagian pendopo. Bahkan untuk bagian ruang tamu serta ruang lainnya masih tetap menggunakan bahan kayu jati.



D. Pintu

Pintu utamanya berupa pintu geser yang bahkan sudah dari jaman dahulu memiliki fungsi yang sesuai dengan tamu yang akan datang berkunjung. Jika penghuni tidak begitu mengenal tamunya, maka yang akan dibuka adalah pintu geser yang posisinya di bagian paling luar. Pintu geser yang berada di balik pintu geser tadi khusus untuk keluarga. Sedangkan dua daun pintu besar ditengah-tengah untuk menyambut jika ada tamu agung yang datang.



E. Jendela

Pada bagian rumah ini terdapat jendela yang masih berbahan dasar kayu jati asli dari Kudus yang tidak diubah baik bentuk maupun posisi bukaan nya. Bahkan engsel dan pengunci pada jendela tersebut masih asli dari jaman dahulu.



F. Kaki (pondasi)

Secara umum struktur bangunan dapat dibagi menjadi 3 bagian yakni rangka atap (empyak), kolom (cagak) dan pondasi (bebatur). Batur atau pondasi mertupakan pondasi menerus dari bahan batu kali, pondasi ini membentuk peil lantai yang tinggi dan berundak-undak mulai dari jogosatru sampai ke dalem. Pondasi digunakan sebagai alas perletakan balok kerangka rumah yang merupakan balok kayu dengan dimensi besar (20X30 yang diletakkan tidur). Pondasi umpak (pondasi setempat) dari batu bata dipakai pada sko guru, bentuk umpak tinggi di atas lantai, kadang-kadang ada yang sampai setinggi 2 meter. Lantai pada jogosatru menggunakan ubin atau batu bata sehingga pondasi lebih dahulu diurug tanah. Pada bagian dalem digunakan lantai papan kayu (gladagan) dengan kerangka balok-balok kayu.



3.1.2 TATA RUANG

Tata ruang rumah Kudus sama dengan tata ruang rumah jawa, terutama pada rumah induk (dalem), demikian juga dengan konstruksi dan materialnya. Fariasinya lebih terletak pada kekayaan ornamentasi, kehalusan konstruksi pada elemen bangunannya. Serta penyesuaian ruang dari aktifitas sehari-hari yang khas pada penduduk Kudus. Kemampuan ekonomi masyarakat Kudus saat itu memberi kesempatan untuk mengeksplorasi konstruksi lebih lanjut namun tetap pada tatanan tradisi yang baku. Kehidupan sosial yang agak jauh dari pengaruh veodal di pedalaman Jawa yang seolah digantikan dengan pengaruh agama Islam menjadikan masyarakat Kudus mempuyai ciri budaya yang khas. Budaya ini tercermin pada bentuk rumah tinggalnya. Jogosatru sebagai salah satu contoh sebenarnya tidak lain merupakan emperan pada rumah jawa yang mengalami perkembangan bentuk karena kegiatan di dalamnya. Ruang yang tadinya terbuka dan sempit memanjang didepan dalem kemudian menjadi lebih tertutup dengan adanya dinding dengan bukaannya, serta lebih lebar dengan menggeser dinding dalem di sisi dalam. Jogo satru kemudian berkembang menjadi ruang tamu. Pada Jogosatru inilah sebagian besar aktifitas sosial berlangsung.



3.1.3 RAGAM HIAS

Ragam hias yang terletak pada rumah joglo Kudus ini terletak pada furniture di dalam ruangan yang sudah ada perubahan tidak asli dari Kudus langsung. Karena yang asli terletak pada ukiran gebyok maupun lainnya yang lebih banyak menggunakan ukiran bentuk bunga pada tiap ukiran serta ornamen.

3.1.1.1 Soko

Dalam rumah joglo Kudus ini soko guru tidak mengalami perubahan bentuk dari aslinya. Masih asli dari Kudus yang langsung dipindahkan.

3.1.1.1 Gunungan

Gunungan sendiri di rumah joglo Kudus sendiri yang berada di Balemong resort sama sekali tidak dirubah dari pihak Balemong. Genting serta ukiran yan g berada pada genting masih asli dari asli nya.

3.1.1.1 Tumpang sari

Bentuk tumpang sari dalam rumah joglo Kudus ini masih dalam bentu serta ukiran ornamen yang asli tidak mengalami perubahan sedikitpun. Karena dari asal nya tumpang sari ini hanya di bongkar lalu dipasang kembali di Balemong resort.

3.1.1.1 Patron

Bentuk patron di rumah joglo Kudus ini memiliki ciri khas tersendiri daripada joglo pada daerah lainnya, bentuk patron sendiri juga masih asli dari Kudus asli.

3.1.1 MAKNA FILOSOFI

Rumah joglo merupakan bangunan arsitektur tradisional jawa tengah, rumah joglo mempunyai kerangka bangunan utama yang terdiri dari soko guru berupa empat tiang utama penyangga struktur bangunan serta tumpang sari yang berupa susunan balok yang disangga soko guru. Terjadi penerapan prinsip hirarki dalam pola penataan ruangnya. Setiap ruangan memiliki perbedaan nilai, ruang bagian depan bersifat umum (publik) dan bagian belakang bersifat khusus (pribadi/privat).




MENDESAIN TIDAK DI KERTAS ITU KOMPUTER GRAFIS

MENDESAIN TIDAK DI KERTAS ITU KOMPUTER GRAFIS

Di arsitektur Unnes kita dikenalkan media desain salah satunya AutoCAD, ternyata mendesain tidak hanya menggunakan media kertas, tetapi aplikasi di media komputer juga digunakan mendesain. Namun di semester 2 ini baru pengenalan kita tidak disarankan terlalu bergantung pada media ini. mengapa? untuk mengasah skill, alangkah lebih indah karya tuhan yaitu tangan. sketsa tangan yang harus benar benar dilatih. kita akan memberikan karya yang baik apabila kreatifitas sketsa tangan kita juga baik .
namun, komputer grafis, salah satunya AutoCAD tentu akan menampilkan gambar yang lebih enak dipandang dan yang pasti lebih praktis. itu akan bermanfaat nanti di semester 5, yang jelas kita tetap belajar dan yang pasti bermanfaat
INI KARYA PERTAMA
SKETSA TANGAN


HASIL GRAFIS

TUGAS KOMPUTER GRAFIS

TUGAS KOMPUTER GRAFIS

DENAH GRAFIS


BAGIAN TAMAN, RUANG TAMU, DAN RUANG KELUARGA
DAPUR DAN RUANG MAKAN


















KAMAR TIDUR


RUANG BAGIAN BELAKANG

KOLAM DAN TAMAN TENGAH



soft file denah dwg klik download dibawah ini

DOWNLOAD 

LAPORAN DESAIN STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR 2

LAPORAN DESAIN STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR 2

KONSEP



Dalam pengertian yang luas, rumah bukan hanya sebuah bangunan (struktural), melainkan juga tempat kediaman yang memenuhi syarat-syarat kehidupan yang layak, dipandang dari berbagai segi kehidupan masyarakat. Rumah dapat dimengerti sebagai tempat perlindungan, untuk menikmati kehidupan, beristirahat dan bersuka ria bersama keluarga. Di dalam rumah, penghuni memperoleh kesan pertama dari kehidupannya di dalam dunia ini. Rumah harus menjamin kepentingan keluarga, yaitu untuk tumbuh, memberi kemungkinan untuk hidup bergaul dengan tetangganya, dan lebih dari itu, rumah harus memberi ketenangan, kesenangan, kebahagiaan, dan kenyamanan pada segala peristiwa hidupnya. (Frick,2006:1).

Rumah ramah lingkungan merupakan bangunan yang arsitektur, material, dan proses konstruksinya ramah lingkungan. Rumah terutama yang akan dikontruksi harus ramah lingkungan. Ramah lingkungan dalam arti tidak melukai lingkungan. 
SITE PLAN


LOKASI SITE: Perum Permata Ngijo Gunungpati Ungaran














DATA NON FISIK














PERSYARATAN DAN HUBUNGAN RUANG












SIRKULASI RUANG












ORGANISASI RUANG
















BESARAN RUANG


































DENAH


konsep rumah ramah lingkungan sederhana Konsep Studio Perancangan Arsitektur 2

konsep rumah ramah lingkungan sederhana
Konsep Studio Perancangan Arsitektur 2

Kita tau kebutuhan manusia semakin lama semakin meningkat, apalagi manusia tidak bisa lepas dari kebutuhan tempat tinggal, pada umumnya setiap orang butuh waktu 8 jam untuk menikmati rumah jadi setiap orang pasti menginginkan kenyamanan. Rumahku istanaku merupakan kata yang tidak asing di telinga kita, jadi tidak ada ruginya kita mendesain dan membangun rumah yang nyaman dan tentunya ramah lingkungan.


Yang paling mendasar yaitu penggunaan cahaya alami, setidaknya kita bisa menggunakan bukaan yang lebih luas sehingga cahaya matahari bisa masuk tanpa penghalang. Secara otomatis cahaya matahari menghemat penggunaan lampu disiang hari.

Selanjutnya sirkulasi udara juga harus diperhatikan, kita tau penggunaan AC juga menghamburkan energy dan merusak lapisan ozon, kita bisa menggunakan sirkulasi udara secara alami.


Membuat sistem ventilasi harus dipikirkan masak-masak, jangan sampai orang-orang yang ada di dalam rumah menjadi kedinginan dan sakit. Pembuatan lubang-lubang ventilasi dan jendela harus serasi dengan luas kamar dan sesuai dengan iklim di tempat itu.
Di daerah yang berhawa dingin dan banyak angin. Jangan membuat lubang-lubang ventilasi yang lebar. Cukup yang kecil-kecil saja. Tetapi di daerah yang berhawa panas dan tidak banyak angin, lubang ventilasi dapat dibuat agak lebih besar.

Minggu, 05 Juli 2015

Arsitektur Masjid Agung Demak


Masjid Agung Demak

Arsitektur Islam

Masjid ini dibangun sekitar abad ke-15 Masehi atau pertengahan abad ke-9 Hijriyah.

Penyebaran agama Islam di tanah Jawa tak lepas dari pengaruh akulturasi budaya, khususnya dengan budaya lokal. Akulturasi ini merupakan manifestasi dari pengaruh peradaban dan budaya yang begitu mendominasi masyarakat Jawa pada saat itu.

Bahkan, pada hampir semua tatanan sosial masyarakat, budaya dan peradaban menjadi objek akulturasi ini. Hingga para penyebar agama Islam di tanah Jawa memilihnya sebagai ruang untuk mentransformasikan budaya asli (lokal) ke dalam nilai-nilai Islami.

Nuansa kental akulturasi ini setidaknya masih dapat dilihat dari berbagai saksi sejarah penyebaran Islam di tanah Jawa, salah satunya Masjid Agung Demak. Masjid Demak yang merupakan peninggalan bersejarah kerajaan Islam Demak ini, tetap berdiri kokoh di Jl Sultan Patah, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Jateng.

Masjid kebanggaan warga ‘Bintoro’–sebutan tlatah Demak ini–memiliki ciri arsitektur yang khas. Pengaruh akulturasi menjadikan masjid yang berdiri di atas lahan seluas 11.220 meter persegi ini memiliki perbedaan mencolok dengan tempat ibadah Muslim di Tanah Air pada umumnya.

Sebagai salah satu bangunan masjid tertua di negeri ini, Masjid Agung Demak dibangun dengan gaya khas Majapahit, yang membawa corak kebudayaan Bali. Gaya ini berpadu harmonis dengan langgam rumah tradisional Jawa Tengah.

Persinggungan arsitektur Masjid Agung Demak dengan bangunan Majapahit bisa dilihat dari bentuk atapnya. Namun, kubah melengkung yang identik dengan ciri masjid sebagai bangunan Islam, malah tak tampak. Sebaliknya, yang terlihat justru adaptasi dari bangunan peribadatan agama Hindu.

Bentuk ini diyakini merupakan bentuk akulturasi dan toleransi masjid sebagai sarana penyebaran agama Islam di tengah masyarakat Hindu. Kecuali mustoko (mahkota–Red) yang berhias asma Allah dan menara masjid yang sudah mengadopsi gaya menara masjid Melayu.

Keunikan akulturasi semacam ini, setidaknya juga berakar pada Masjid Menara, Kudus, Kabupaten Kudus, yang terletak sekitar 35 kilometer sebelah timur kota Demak.Hal ini menunjukkan bahwa para ulama penyebar tauhid (Islam–Red) di tanah Jawa memiliki kemampuan untuk mengharmonisasi kehidupan sosial di tengah masyarakat Hindu yang begitu dominan, ketika itu.

Dengan bentuk atap berupa tajug tumpang tiga berbentuk segi empat, atap Masjid Agung Demak lebih mirip dengan bangunan suci umat Hindu, pura yang terdiri atas tiga tajug. Bagian tajug paling bawah menaungi ruangan ibadah. Tajug kedua lebih kecil dengan kemiringan lebih tegak ketimbang atap di bawahnya. Sedangkan tajug tertinggi berbentuk limas dengan sisi kemiringan lebih runcing.

Sejumlah pakar arkeolog menyebutkan, bentuk bangunan seperti ini dipercaya juga menjadi ciri bangunan di pusat Kerajaan Majapahit di Trowulan, Mojokerto. Namun, penampilan atap masjid berupa tiga susun tajug ini juga dipercaya sebagai simbol Aqidah Islamiyah yang terdiri atas Iman, Islam, dan Ihsan.

Raden Fatah
Fakta lain sejarah kedekatan gaya Majapahit dengan bangunan Masjid Agung Demak juga dapat diketahui dari buku Babad Demak . Menurut buku tersebut, tempat berdirinya Masjid Agung yang kini menjadi ciri khas daerah Demak ini dahulunya bernama tlatah Glagahwangi.

Daerah Glagahwangi yang merupakan kawasan rawa (payau) ini pertama kali dibuka oleh Raden Patah, putra Prabu Kertabumi atau Brawijaya V dengan putri Campa (Kamboja) yang telah masuk Islam. Raden Patah yang masa kecilnya dihabiskan di Pesantren Ampel Denta, Surabaya, yang dikelola Sunan Ampel inilah yang kelak mendirikan Kesultanan Demak.

Ia pernah diangkat menjadi adipati Demak. Dari perjalanan sejarah ini, Raden Patah diperkirakan sangat akrab dengan gaya dan arsitektur Majapahit. Sehingga, hal ini banyak dihubungkan ketika membuka lahan Glagahwangi.

Sementara aksen bangunan Jawa yang sangat kental adalah empat soko guru atau tiang kokoh penyangga atap bangunan masjid yang bertumpuk. Soko guru ini juga bergaya bangunan Majapahit. Yang menarik dari Masjid Agung Demak adalah sistem struktur empat soko gurunya. Empat tiang besar setinggi 19,54 meter dan berdiametar 1,45 meter ini dipercayai merupakan ‘sumbangan’ empat wali penyebar Islam di Jawa.

Keempat soko guru ini berdiri kokoh di ruang utama masjid yang dikonstruksi di empat penjuru arah. Soko guru barat laut merupakan sumbangan Sunan Sunan Bonang dan soko guru timur laut sumbangan Sunan Kalijaga. Sementara soko guru arah tenggara, sumbangan Sunan Ampel dan soko guru sebelah barat daya merupakan sumbangan dari Sunan Gunung Jati.

Berdasarkan cerita yang disadur dari Babad Demak , soko guru yang dibuat Sunan Kalijaga memiliki keunikan dibandingkan tiga soko guru lainnya. Soko ini sering disebut sebagai soko ‘tatal’ atau tiang yang disusun dari serpihan kayu dengan cara dipasak dan diikat menjadi batang tiang besar dengan menggunakan perekat damar. Setelah kokoh, ikatannya dilepas dan teksturnya dihaluskan.

Keempat soko ini menahan beban bagian atap tertinggi. Sedangkan untuk menopang tajug yang lebih rendah, juga masih terdapat tiang di sekeliling soko guru. Ilmu arsitektur dengan membagi beban seperti ini menunjukkan teknologi dalam memakai struktur rumah Jawa, untuk membentuk bangunan yang luas dan kokoh, sudah sangat dikuasai.

Di masjid ini, setidaknya ada tiga arah pintu masuk ke dalam bangunan utama masjid. Sedangkan pintu di tengah, langsung mengantarkan ke serambi masjid. Serambi masjid ini seluas 31×15 meter dan berlantaikan teraso berukuran 30×30 sentimeter yang sering disebut sebagai ‘Serambi Majapahit’.

Disebut serambi Majapahit karena serambi ini memiliki delapan tiang penyangga bergaya Majapahit dan diperkirakan berasal dari kerajaan Majapahit. Bangunan serambi ini merupakan bangunan tambahan yang dibangun pada masa Adipati Unus atau yang terkenal dengan sebutan Pati Unus atau Pangeran Sabrang Lor saat menjadi sultan Demak kedua pada tahun 1520.

Ruang utama yang berfungsi sebagai tempat shalat jamaah, letaknya di bagian tengah bangunan. Sedangkan, mihrab atau bangunan pengimaman berada di depan ruang utama, berbentuk sebuah ruang kecil dan menghadap ke arah kiblat. Di dalam ruang utama masjid, juga terdapat pawestren atau ruangan untuk shalat bagi wanita, dengan luas 15×17,30 meter yang terletak di sisi selatan masjid.

Ruang shalat wanita ini dibangun pada 1866 ketika KRMA Arya Purbaningrat menjadi adipati Demak. Atapnya berbentuk limas, disangga delapan pilar bergaya Majapahit. Masih ada napas akulturasi pada bagian interior masjid. Perubahan dari tata cara berserah kepada sang pencipta agama Hindu di ruang terbuka ke dalam masjid memunculkan ide untuk membuat interior masjid menjadi lebih luas.

Kesan luas ini bisa disaksikan pada bagian ruang utama masjid yang berukuran 25×26 meter yang mampu menampung lebih dari 500 jamaah ini. Di sebelah kanan ruangan utama, terdapat ruang khalwat. Ruang perenungan berukuran 2×2,5 meter ini dulunya dipakai para penguasa Kesultanan Demak untuk memohon petunjuk Allah SWT.

Hampir sekujur ruangan ini dipenuhi ukiran model Majapahit. Pada salah satu sudutnya terdapat relief aksara Arab yang memuliakan kebesaran Allah SWT. Sementara itu, di luar bangunan utama, di kompleks masjid Agung Demak juga terdapat beberapa bangunan pendukung.

Di kompleks masjid, terdapat 60 pusara makam pejuang Muslim Demak dan para pengikutnya. Antara lain, para sultan Demak, seperti Raden Patah, Pati Unus, dan Sultan Trenggono. bowo pribadi

Aset Wisata Religi

Berdasarkan catatan sejarah yang ada di Museum Masjid Agung Demak, bangunan masjid simbol akulturasi ini berdiri sekitar abad ke-15 Masehi. Hal ini dapat diketahui dari prasasti sekaligus petunjuk waktu Jawa (candrasengkala) yang terukir pada pintu utama yang ada di tengah masjid.

Mengenai kapan masjid ini didirikan ada sejumlah petunjuk. Raden Patah bersama Wali Songo disebut-sebut mendirikan masjid ini dengan memberi prasasti bergambar bulus (sejenis kura- kura). Hal ini sesuai dengan penanda waktu dengan arti Sariro Sunyi Kiblating Gusti yang bermakna tahun 1401 Saka yang terdapat dalam dinding mihrab bagian dalam.

Gambar bulus terdiri atas kepala yang berarti angka satu (1), kaki empat berarti angka empat (4), badan bulus yang bulat berarti angka nol (0), serta ekor bulus berarti angka satu (1). Dari petunjuk ini bisa disimpulkan, Masjid Agung Demak berdiri pada tahun 1401 Saka. Namun, dalam prasasti itu yang tertulis di pintu utama terdapat kalimat naga mulat salira wani . Artinya, dalam penanda waktu ini tertulis tahun 1388 Saka atau 1466 Masehi atau tahun 887 Hijriyah.

Petunjuk inilah yang akhirnya diyakini sebagai awal dibangunnya Masjid Agung Demak oleh para Wali Songo untuk mendukung penyebaran Islam di tanah Jawa. Sejak pertama kali didirikan, Masjid Agung Demak baru dipugar pertama kali oleh Raja Mataram Paku Buwono I, pada tahun 1710. Pemugaran ini dilakukan untuk mengganti atap sirap yang sudah lapuk.

Perluasan besar-besaran untuk menjadi masjid agung diperkirakan berlangsung pada 1504-1507. Pada masa itu, penyebaran agama Islam makin meluas di wilayah Demak. Sementara itu, pembangunan menara azan baru dilakukan pada Agustus 1932. Bangunan menara dengan kubah bergaya Melayu ini berkonstruksi baja. Pembuatan menara azan ini konon menelan biaya 10 ribu gulden.

Masjid Agung Demak terletak di sebelah barat alun-alun kota Demak. Umumnya, tata letak kota kuno di Jawa selalu menempatkan alun-alun sebagai ruang publik. Hingga kini, peran Masjid Agung Demak tak banyak berubah. Bahkan, masjid ini juga menjadi aset wisata religi yang ramai disinggahi para wisatawan, baik mancanegara maupun wisatawan Nusantara. Pasalnya, selain makam para pejuang Muslim kesultanan Demak, juga terdapat museum yang menyimpan sejarah masjid, benda- benda bersejarah Kesultanan Demak, perpustakaan, serta wisma tamu.

Sumber : jakarta45.wordpress.com

Senin, 15 Juni 2015

Minggu tenang apa minggu tegang bagi mahasiswa arsitektur?



Minggu tenang apa minggu tegang bagi mahasiswa arsitektur?

Minggu tenang adalah minggu yang selalu ditunggu oleh semua kalangan mahasiswa. Karena minggu itu semua mahasiswa bisa bernapas sejenak untuk menghadapi ujian akhir semester. Biasanya masa minggu tenang itu satu atau malah dua minggu menjelang ujian akhir semester dan akhir dari enam belas pertemuan. Setiap mahasiswa punya cara sendiri-sendiri untuk memanfaatkan masa-masa itu. Ada yang pulang kampung, liburan, muncak, sekedar jalan jalan, temu sahabat masa SMA, dan tak jarang pula yang diam diri di kos utuk mendalami materi. Tentunya hal itu adalah pilihan dan kesenangan bagi setiap mahasiswa. Apa sih kenyataan masa minggu tenang bagi mahasiswa arsitektur khususnya? Mungkin tidak seperti yang dijabarkan tadi atau malah ada kegiatan yang lebih asyik?. Bagaimana kabar masa minggu tenang bagi mahasiswa arsitek? Mungkin baik baik saja atau luar biasa alhamdulillah. Mengapa hal ini ditanyakan? Mungkin karena butuh kepastian. Nah, kali ini kita akan membahas realita dan anggapan tentang minggu tenang bagi mahasiswa arsitek khususnya.

Ujian akhir semester merupakan rutinitas bagi setiap mahasiswa tak luput juga mahasiswa arsitektur. Setiap mahasiswa tentunya mengharapkan hasil yang terbaik disetiap mata kuliah yang diujikan. Hasil yang baik merupakan hasil maksimal dari proses yang telah ditekuni selama enam belas pertemuan. Untuk mencapai hasil yang baik tak lepas dari kedisiplinan setiap mahasiswa, mulai dari tugas, ulangan dan yang penting juga presensi kehadiran disetiap pertemuan. Kebanggaan adalah yang selalu diharapkan bukan kekecewaan yang terus dilantunkan. Itu adalah harapan terbaik yang selalu ada di pikiran pada masa minggu tenang. Rasa takut akan beban adalah hal kewajaran, karena apa yang kita dapatkan itulah yang akan kita berikan atau sebaliknya. Memang ujian akhir semester harus dipersiapkan secara matang, mulai dari mengulangi semua materi yang diujikan tentunya untuk memahaminya. Minggu tenang adalah waktu khusus untuk mengulas kembali materi yang diberikan dari dosen atau sumber lain. Namun, apa sih yang selalu dilakukan mahasiswa arsitektur diwaktu yang cukup luang ini? Tidak sedikit mahasiswa arsitektur yang mengeluh menjelang ujian akhir semester.

Tugas besar, iya tugas besar, tugas besar yang diberikan dari pertemuan pertama atau pertengahan semester selalu menjadi alasan utama tegangnya minggu tenang. Tugas besar memang tugas yang tidak pernah absen disetiap semester. Semua mata kuliah utama arsitektur ada tugas besar sendiri-sendiri. Terlalu santai diawal sampai pertengahan semester imbasnya pun diakhir pertemuan tugas-tugas numpuk sehingga menjadi efek psikologis sendiri bagi mahasiswa arsitektur. Tuntutan asistensi tugas besar biasanya menjadi tantangan dan target kerena jumlah asistensi menjadi ketentuan dan persyaratan disetiap tugas besar. Tugas besar seharusnya dikerjakan secara runtut dan rutin sehingga tidak menumpuk diakhir semester. Selain itu kurangnya kedisiplinan mengerjakan tugas membuat masa minggu akhir banyak keluhan tugasnya banyak, padahal memang tugasnya mahasiswa memang banyak, tetapi jika dikerjakan secara disiplin waktu, hasilnya pun tidak menumpuk.

Masih membahas minggu tenang, tidak sedikit mahasiswa arsitektur disibukkan tugas yang berhubungan dengan tugas kelompok. Terlalu santai menyikapi tugas kelompok efeknya pun di minggu tenang. Mulai dari survey tempat dan pengerjaan yang di tunda-tunda dengan alasan ada yang tidak bisa ikut serta dari salah satu anggota menjadi penyebab numpuknya tugas kelompok ini. Jika kesadaran antar anggota, tugas kelompok pun bisa dikerjakan dengan baik dan tentunya tanpa menunda-nunda. Memang, tugas kelompok mahasiwa arsitektur berbeda dengan mahasiswa prodi lain, menurut salah satu mahasiswa setiap tugas kelompok butuh luang, waktu, transport dan tentunya uang. Nah, dari hal itu waktu minggu tenang yang biasanya untuk jalan-jalan diganti dengan survey lokasi sebagai tugas kelompok. Namun, ketegangannya yaitu tuntututan persyaratan mengikuti UAS harus sudah mengumpulkan laporan tugas kelompok.

Minggu tenang bukan waktu yang tepat untuk pulang kampung bagi mahasiswa arsitektur, mengapa? Beruntung bisa pulang kampung, ada waktu luang untuk santai saja itu sangat bermanfaat. Biasanya ada dosen yang kosong kemudian jamnya diganti pada saat minggu tenang dan kehadiran mahasiswa menentukan nilai, sehingga jadwal pulang kampung harus ditunda setelah ujian akhir semester. Itu adalah hal yang wajar, belum lagi tuntutan pengumpulan tugas-tugas yang dikumpulkan saat minggu tenang, mana mungkin dengan tanpa beban bisa pulang kampung seakan tidak ada tugas. Beruntung untuk mahasiswa yang tidak ngekos atau bukan mahasiswa perantauan karena setiap hari bertemu keluarga, tetapi khusus mahasiswa perantauan kerinduan dengan keluarga atau kekurangan dana biaya hidup tak jarang menghampiri. Sehingga waktu yang lumayan lama ini kadang menjadi keluhan setiap mahasiswa.

Lembur tugas merupakan rutinitas bagi kaum arsitek, memang bukan mahasiswa arsitektur kalau belum merasakan lebur tugas, tidur pagi bangun pagi. Apalagi di minggu tenang, terlalu banyaknya tugas sampai beberapa hari tidak tidur karena setiap hari ada deadline. Jadi jangan heran apabila di minggu tenang yang seharusnya untuk mempersiapkan ujian akhir semester dialih fungsikan untuk melembur tugas. Khusus yang disiplin waktupun tak jarang merasakan lembur tugas, karena tugas yang diberikan memang bukan tugas yang susah, tetapi mengerjakannya memang butuh waktu yang lama dan teliti. Sehingga, khusus yang terbiasa disiplin tidak terlalu merasa tegang karena terbiasa mengatur waktunya sendiri.

Waktu minggu tenang bukan hanya tugas yang menghampiri, tidak sedikit mahasiswa arsitektur yang terlalu tertekan karena tugas dan lembur, penyakit pun ikut menghampirinya. Rasa lelah yang menumpuk di minggu tenang, kurangnya waktu untuk istirahat, dan tidak teraturnya pola makan membuat beberapa mahasiswa arsitektur terkena penyakit seperti tiphus. Kurangnya kepedulian terhadap kesehatan memang masalah yang sering dijumpai pada mahasiswa arsitektur, karena mereka lebih mengutamakan tugas selesai kemudian istirahat. Tugas satu selesai, datang tugas berikutnya, jadi tidak ada waktu untuk istirahat. Sebenarnya pola menjaga hidup sehat tetap bisa berjalan, yang terutama jangan terlalu terforsir dengan namanya tugas, karena seberapa berat dan banyaknya tugas, jika langsung dikerjakan tanpa menunda- nunda pasti terselesaikan juga. Jadi sebagai mahasiswa yang bijak jangan menyepelekan kesehatan, karena minggu tenang akan semakin tegang apabila penyakit ikut menghampiri. Menurut pepatah, lebih baik mencegah daripada mengobati, karena kesehatan mahal harganya.

Tidak sedikit juga mahasiswa yang tidak terlalu memprioritaskan nilai IPK, sehingga yang ada dipikiran mereka yang terpenting tugas selesai, soal nilai itu nanti saat yudisium. Jadi, waktu minggu tenang masih bisa refresing kesana kemari, bukan berarti menyepelekan tugas, tetapi tidak menganggap tugas sebagai beban. Mahasiswa aktifis merupakan yang biasa dengan pola ini, mereka sudah terbiasa dengan deadline, sehingga tugaspun terselesaikan secara cepat tanpa terlalu lama dipikir, karena yang paling utama tugas harus dikerjakan jangan dipikir. Untuk memikirkan tugas memang tidak akan selesai-selesai sampai ujian akhir semester, solusinya harus dikerjakan dengan sebaik mungkin, bukan dipikir sebaik mungkin. Bagaimana bisa selesai apabila terlalu lama dipikir tanpa ada tindakan khusus untuk menyelesaikannya. Khusus menyikapi tugas yang mepet memang perlu trik ini dan yang utama jangan menunggu teman satu sama lain, Karena setiap mahasiswa mempunyai tugas sendiri-sendiri. Walaupun waktu sama-sama 24 jam, namanya satu orang dengan orang lain kebutuhannya berbeda beda, jadi ada yang masih bisa terlihat segar walau banyak tugas karena prioritas setiap orangpun berbeda.

Membahas minggu tenang tidak akan pernah selesai apabila selalu dikaitkan dengan tugas yang katanya membuat tegang seluruh jiwa dan raga. Selalu mengeluh adalah faktor utama yang membuat minggu tenang ini dibuat semakin tegang. Seharusnya mahasiswa itu beruntung ada waktu khusus yaitu minggu tenang, namun itu semua tergantung bagaimana kita menyikapinya, apakah sudah maksimal memanfaatkan minggu tenang apa belum? Adanya tugas di minggu tenang bukan berarti dosen itu kejam, tetapi untuk meningkatkan kualitas mahasiswa. Bagaimana kedisiplinan mahasiswa menyikapi tugas ini yang diutamakan, karena apabila kelalaian mahasiswa dengan adanya minggu tenang yang dimanfaatkan dengan tidak tepat, bisa jadi dengan adanya minggu tenang mahasiswa akan lalai sebagai tugas mahasiswa dan akan tejerumus kebahagiaan waktu luang. Hasil dari minggu tenang tentu akan berbeda dengan harapan awal yaitu untuk mempersiapkan mental mahasiswa untuk menghadapi ujian akhir semester akan sia-sia.

Dari sedikit tulisan tentang tegangnya mahasiswa arsitektur menghadapi minggu tenang mungkin tidak jauh berbeda dengan mahasiswa prodi lain. Mahasiswa memang dituntut untuk meningkatkan kualitas bangsa, bukan hanya sebagai aktifis bangsa yang lupa akan pengabdian. Pembelajaran mental dan menyikapi berbagai persoalan tentu hal yang diutamakan dari hal kecil ini. Melatih kepribadian dan kedisiplinan mahasiswa adalah tujuan yang kadang kita lupa akan manfaat di waktu yang tidak lama ini. Pada intinya tetap semangat dan tidak mudah putus asa menghadapi semua tugas sebagai mahasiswa. Mahasiswa memang seperti itu orangnya.

Jumat, 22 Mei 2015

Beijing National Grand Theatre





National Centre for the Performing Arts (NCPA)

Beijing National Grand Theatre: sebuah pulau budaya di tengah danau.

Bangunan ini terletak di jantung Beijing pada Chang An Road sebelah Balai Besar Rakyat dan sekitar 500 meter dari Tian An Men Square dan Kota Terlarang.

Ini adalah sebuah bangunan melengkung, dengan total luas permukaan 149.500 meter persegi, yang muncul seperti sebuah pulau di tengah danau. Titanium shell dalam bentuk ellipsoid super dengan rentang maksimum 213 meter, rentang minimal 144 meter dan tinggi 46 meter). Hal ini dibagi dua oleh penutup kaca melengkung, 100 meter lebar dasar.

Pada siang hari, cahaya mengalir melalui atap kaca ke dalam gedung. Pada malam hari, gerakan dalam dapat dilihat dari luar. Bangunan rumah tiga auditorium kinerja - sebuah rumah opera 2.416 kursi, sebuah konser 2.017 kursi dan 1.040 teater - serta ruang seni dan pameran dibuka untuk masyarakat luas dan terintegrasi ke dalam kota.

Bangunan ini terhubung ke pantai dengan cara 60 meter underpass transparan panjang. Pintu masuk ini meninggalkan eksterior bangunan utuh, tanpa bukaan dan misterius mencari sambil memberikan masyarakat dengan bagian dari dunia sehari-hari mereka ke dunia opera, fiksi dan mimpi.

Daerah dalam yang terbuka untuk masyarakat umum berbentuk distrik perkotaan dengan suksesi ruang yang berbeda: jalan-jalan, plaza, pusat perbelanjaan, restoran, ruang tenang dan lounge menunggu. Public area ini sangat berkembang dalam rangka untuk memberkati gedung dengan terbuka, karakter populer. Kompleks ini dirancang sebagai forum terbuka bukan tempat untuk menunjukkan elitis. The auditorium kinerja yang berbeda terbuka ke concourse umum ini. Pintu masuk mereka diposisikan sehingga untuk memastikan pemerataan orang, dan halus, aliran mudah di mana-mana saat memberikan setiap elemen dalam proyek karakter yang khas.





Opera house berada di pusat. Ini adalah elemen yang paling penting dalam proyek, dan dengan seni yang dipraktekkan di sana, itu adalah salah satu yang paling tergantung pada konvensi.

Lorong-lorong kinerja dan tempat umum yang dibangun di atas dasar yang rumah semua fasilitas operasi dan dukungan dalam kompleks yang dirancang untuk menjadi seperti efisien dan ekonomis diatur sebagai daerah produksi industri.

Gedung opera tercakup dalam mesh logam emas. Ini adalah buram di atas dinding dan ketika daerah belakangnya yang gelap namun menjadi sebagian transparan ketika ada cahaya di seperti cara yang mengungkapkan apa yang ada saat membuat jarak. Para penonton memasuki rumah opera melalui salah satu dari dua pintu besar di dinding cincin emas. Ketika mereka melewati ambang ini mereka menembus ke dunia sirkulasi vertikal yang membawa mereka bahkan lebih jauh dari dunia luar dan menarik mereka dekat titik dalam ruang dan waktu ketika acara akan dimulai. Dari lobi, mereka masih terlihat di kejauhan diciptakan oleh transparansi parsial. Dinding sehingga mengungkapkan penutupan dan pemisahan tetapi juga, dan lebih signifikan, jarak psikologis dan simbolik yang harus menyeberang untuk mendapatkan akses ke dunia teater konvensi.

Keputusan untuk membangun National Grand Theatre di tempat impor sejarah dan simbolik seperti jelas membuktikan pentingnya diberikan kepada budaya dalam hubungannya dengan sejarah dan dunia kontemporer.


Kamis, 21 Mei 2015

Walt Disney Concert Hall



 
Enam belas tahun setelah proyek dimulai, Walt Disney Concert Hall dibuka pada tanggal 23 Oktober, untuk rave kritis hampir umum dari penonton, musisi, dan pers. Bangunan Frank Gehry dirancang sudah menjadi ikon arsitektur untuk abad ke-21 dan tampak sebagai langkah maju yang besar dalam revitalisasi pusat kota Los Angeles. Disney Balai dibuka dengan tiga malam gala pemrograman jelas berbeda - menampilkan musik simfonik tradisional, modern dan populer membuktikan akustik ruang untuk menjadi sangat baik. Kehangatan dan keakraban dari ruang konser, halus, permukaan bulat dari Douglas cemara dan karpet berwarna-warni dan kursi dan akustik yang luar biasa bersama dengan berkilauan nya, eksterior bergelombang dari stainless steel (sudah foto-op populer bagi wisatawan) pasti akan menempatkannya antara ruang konser terkemuka di dunia.


Sebagai konsultan desain teater untuk Walt Disney Concert Hall, Teater Proyek Konsultan terlibat sejak awal perencanaan dan desain pada tahun 1989. Connecticut dan London kantor TPC bekerja dengan arsitek dan Acousticians Frank Gehry, Dr. Minoru Nagata dan Yasuhisa Toyota, untuk menentukan bentuk dan konfigurasi ruang konser, serta layout tempat duduk, sightlines, platform desain konser dan pencahayaan kinerja. Sepanjang proyek kami dipantau perubahan yang terjadi pada tingkat dan tata letak tempat duduk, menggunakan CAD program 3-D yang disediakan studi sightline dari setiap kursi di aula. Hari ini LA Philharmonic menggunakan studi sightline 3-D ini pada situs web mereka untuk penjualan tiket.

Tim desain TPC dipimpin oleh Richard Pilbrow dengan Jerry Godden sebagai Project Manager. Mereka dengan tanggung jawab utama termasuk George Ellerington, Tahap Teknik; Mark Stroomer, duduk dan sightlines, dan David H. Rosenburg, Stage Lighting.



Elemen desain teater yang unik termasuk platform konser yang terdiri dari 13 lift tahap, masing-masing digerakkan oleh motor individu dan mampu berbagai konfigurasi panggung. Lift dioperasikan oleh teknologi komputer nirkabel dengan kontrol layar sentuh pada tingkat tahap yang dapat diprogram terlebih dahulu dan dikendalikan oleh operator tunggal. Fitur lain yang khusus dari platform adalah tangga mekanis dioperasikan cerdik, yang secara otomatis meningkatkan dan menurunkan dengan gerakan mengangkat, menyediakan akses ke tingkat platform atas. Teknologi ini memungkinkan pementasan efektif segala sesuatu dari kekuatan penuh LA Philharmonic Orchestra kelompok ensemble kecil.



Desain pencahayaan panggung adalah tantangan tertentu, karena keduanya arsitek dan Acousticians ingin langit-langit dengan sedikit bukaan mungkin dan tidak ingin instrumen pencahayaan menjadi terlihat. TPC disajikan solusi yang mencakup serangkaian lubang mengkilap di langit-langit, di mana beberapa lampu dapat difokuskan melalui lubang tunggal, mengkilap pencahayaan jembatan, dan dua jembatan pencahayaan yang dapat benar-benar tertutup oleh pintu mekanik. Ada juga tenaga listrik tambahan yang disediakan di langit-langit untuk penerangan tambahan dan tali-temali kuat-poin yang tersedia untuk menggantung gulungan pencahayaan, layar, atau elemen indah.



Disney Hall siap menikmati penuh program lebih dari itu dari penghuni utamanya, LA Philharmonic Orchestra. Teknik Harmonik dari Toronto merancang sistem suara amplifikasi canggih yang telah diinstal untuk digunakan dengan program lain selain musik simfoni. Tidak ada keraguan bahwa Walt Disney Concert Hall sudah baik sebuah landmark arsitektur dan budaya di Los Angeles.

Palais Garnier the architecture of illustration


Palais Garnier adalah salah satu dari gedung opera dengan desain arsitektur yang sangat indah dan terkenal di seluruh dunia.

Palais Garnier telah menjadi prototipe arsitektur paling berpengaruh untuk banyak teater yang dibangun di seluruh dunia.

Gedung opera ini di desain oleh Charles Garnier (1825-1898) yang dibangun pada tahun 1860. Garnier menyebut karyanya ini sebagai “the architecture of illustration.”

Dilansir WJS, tahun 1858 gedung opera Paris ini berada di Rue Le Pelletier, berada di dekat sebuah gang kecil gelap. Pada 14 Januari 1856, konspirator Italia, Felice Orsini bersembunyi di gang tersebut, melemparkan tiga bom ke jalan. Bom tersebut menewaskan 150 orang.dan gedung opera tersebut mengalami kerusakan cukup parah.

Pada bulan Desember 1860, kompetisi desain untuk gedung opera baru dibuka dengan tenggat waktu satu bulan. Sebanyak 171 karya yang masuk dan Garnier memenangkan kompetisi tersebut.

Dilansir Arcdaily, Palais Garnier bergaya Neo-Baroque. Istilah ini digunakan untuk mengambarkan arsitektur yang mencakup karakteristik gaya baroque, dengan garis-garis lengkung. Arsitektur Baroque, muncul pertama kali di Roma berkembang pada abad ke-16 dirintis Michael Angelo dan Palladio.

Meski demikian Palais Garnier dibangun setelah periode masa tersebut. Gaya monumental yang diterapkan dalam penggunaan simetri aksian dan ornamen eksterior, membuat Palais Garnier tergolong beaux-Art.Gaya ini mengacu pada konstruksi yang terbuat dari batu, balkon, kolom, penghias di atas tembok, pilar, tangga besar dan lengkungan-lengkungan besar.

Tempat duduk penonton terpusat di bawah chandelier, hiasan lampu gantung terdiri atas lilin-lilin, tergantung dengan berat di atas enam ton.

Panggung besarnya dibuat untuk dapat menampung 450 seniman. Dihiasi dengan kumpulan marmer, kolom dan patung-patung yang biasa digunakan untuk menggambarkan dewa-dewa mitologi Yunani.

Sumber : http://geotimes.co.id

Jumat, 15 Mei 2015

Konsep Rumah Ramah Lingkungan


Desain rumah ramah lingkungan merupakan bentuk dukungan terhadap keramahan lingkungan. Yang berarti, haruslah hemat energi, karena eksplorasi terhadap penggunaan energi dapat mengancam kehidupan generasi penerus. Gerakan penghematan energi bisa dilakukan kala kita hendak membangun rumah baru atau merenovasi rumah. Apa sajakah itu?


Efisiensi Pencahayaan

Manfaatkan semaksimal mungkin cahaya matahari sebagai sumber cahaya di pagi hingga sore hari. Menggunakan cahaya matahari dapat menghemat energi listrik dari lampu yang digunakan di siang hari. Pencahayaan alami bisa diperoleh melalui pencahayaan samping yaitu dari jendela, dan pencahayaan atas yang berasal dari lubang atap. Buatlah desain rumah yang lebih terbuka pada dinding dan atap, agar cahaya matahari dapat masuk ke dalam rumah secara lebih maksimal. Mengurangi sekat ruangan, menyatukan fungsi ruang, dapat memaksimalkan cahaya yang masuk ke dalam rumah.

Efisiensi Ruang

Menggabungkan lebih dari satu fungsi dalam satu ruangan, adalah pilihan baik, dibanding harus memboroskan ruang. Misalnya meniadakan fungsi ruang tamu, karena kita jarang menerima tamu, atau lebih sering menerima tamu di teras. Buat saja ruang keluarga yang lebih besar, agar bisa nyaman dan maksimal untuk bercengkrama sekaligus menerima tamu yang sudah kenal dekat. Dalam hal ukuran bangunan, lebih besar tidak selalu lebih baik. Karena makin kecil (baca : sederhana) bangunan, akan makin baik control aspek lingkungan terhadap bangunan tersebut.

"Bangunan ramah lingkungan, dirancang dengan massa ruang, keterbukaan ruang, dan hubungan ruang luar-dalam yang cair, teras lebar, ventilasi bersilangan, dan void berimbang."

Pembayangan Ruang Luar, Kulit Bangunan, Ventilasi

Pemilihan bahan dan desain pembayangan, serta bukaan ventilasi yang baik, mempengaruhi kenyamanan dan energi dalam rumah. Berikan secondary skin pada dinding bagian luar, terlebih jika rumah menghadap ke arah barat. Buat teritisan di atas bukaan, yang fungsinya meredam panas matahari secara langsung ke dalam rumah. Bangunan dirancang dengan teras lebar, ventilasi bersilangan; yaitu membuat bukaan (jendela) pada dua dinding yang berbeda, innercourt serta void berimbang, untuk sirkulasi udara dan cahaya alami ke seluruh ruangan, agar hemat energi.

Atap yang “Dingin”

Pilih bahan penutup atap yang memiliki nilai hambatan hantaran panas cukup besar, dan kemampuan memantulkan panas dengan baik. Penggunaan atap dari bahan tanah atau keramik, sangat baik untuk kenyamanan ruang dalam. Tambahkan pula lembaran aluminium foil yang dipasang di bawah penutup atap. Material styrofoam yang dilapis beton (beton Styrofoam) juga berpotensi membuat dingin ruang dalam. Dinding rumah tetap terasa “dingin” meskipun saat siang hari.

Material Ramah Lingkungan

Gunakan bahan bangunan yang tepat, efisien, dan ramah lingkungan. Pilih produk lokal yang berkualitas, untuk meminimalkan terjadinya kontaminasi lingkungan, mengurangi pemakaian sumber daya alam tak terbarukan dengan optimalisasi bahan baku alternatif, serta menghemat penggunaan energi secara keseluruhan. Memilih bahan baku lokal atau dari pabrik terdekat berarti menghemat transportasi dan mengurangi karbon emisi dari kendaraan. Tak ada salahnya, memanfaatkan material bekas atau sisa bahan renovasi, misalnya genteng bekas, kayu atau bambu bekas perancah, kusen lama.

Pemanfaatan Lahan Hijau

Elemen vegetasi berpotensi untuk menyejukkan lingkungan dan menurunkan udara panas, serta meredam panas. Semakin banyak pohon yang ditanam, udara makin sejuk dan oksigen yang dihasilkan dapat mencegah pemanasan global. Ciptakan roof garden atau vertical garden, jika halaman tidak memungkinkan. Dinding yang dijalari tanaman rambat membuat suhu udara di luar dan di dalam turun, sekaligus untuk pasokan udara bagi penghuni.

Gaya Hidup Hemat

• Hemat Air. Kurangi kebiasaan berendam di bathtub, mencuci kendaraan dengan air yang mengalir dan terbuang kemana-mana. Ganti bak mandi atau bathtub dengan shower , untuk menghemat air.
• Buat sumur resapan, lubang biopori atau septictank ramah lingkungan yang tidak mencemarkan lingkungan.
• Memakai perangkat elektronik dan rumah tangga yang hemat energi, akan berpengaruh dengan biaya listrik yang dikeluarkan tiap bulan. Pilih yang hemat energi listrik, sehingga memiliki life cost yang ringan untuk operasionalnya.




Sumber : http://aplatteroffigs.blogspot.com/2014/03/konsep-rumah-ramah-lingkungan.html

Tahapan Perancangan Rumah Ramah lingkungan




TOR : merencanakan rumah tinggal sederhana dengan konsep “rumah ramah lingkungan”

Statement :

~ Pengertian : rumah adalah salah satu bangunan yang dijadikan tempat tinggal dalam       jangka waktu yang lama atau tertentu.

~Latar belakang : banyaknya pembangunan rumah tinggal yang kurang memperhatikan  konsep rumah ramah lingkungan.

~Batasan : Listrik : PLN



               Air : PDAM

                KDB : 60 %

                KLB : 1 lantai 




DATA FISIK dan NON FISIK













BESARAN RUANG












ORGANISASI RUANG



 SIRKULASI RUANG
ZONING











PERSYARATAN dan HUBUNGAN RUANG




PENDEKATAN


Konsep Biopori  




Biopori adalah lubang-lubang di dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai akitifitas organisma di dalamnya, seperti cacing, perakaran tanaman, rayap dan fauna tanah laiinya. Lubang-lubang yang terbentuk akan terisi udara, dan akan menjadi tempat berlalunya air di dalam tanah. Bila lubang-lubang seperti ini dapat dibuat dengan jumlah banyak, maka kemampuan dari sebidang tanah untuk meresapkan air akan diharapkan semakin meningkat. Meningkatnya kemampuan tanah dalam meresapkan air akan memperkecil peluang terjadinya aliran air di permukaan tanah.

Atau dengan perkataan lain akan dapat mengurangi bahaya banjir yang mungkin terjadi. Peningkatan jumlah biopori tersebut dapat dilakukan dengan membuat lubang vertikal kedalam tanah. Lubang-lubang tersebut selanjutnya diisi bahan organik, seperti sampah-sampah organik rumah tangga, potongan rumput atau vegetasi lainnya, dan sejenisnya. Bahan organik ini kelak akan dijadikan sumber energi bagi organisme di dalam tanah sehinga aktifitas mereka akan meningkat. Dengan meningkatnya aktifitas mereka maka akan semakin banyak biopori yang terbentuk.

Fungsi :

Meningkatkan Daya Resapan Air.

Mengubah Sampah Organik Menjadi Kompos.

Memanfaatkan Fauna Tanah dan atau Akar Tanaman.

Mencegah genangan air

Sumber : www.garishijau.multiply.com


Sumur Resapan 



Bangunan sumur resapan adalah salah satu rekayasa teknik konservasi air berupa bangunan yang dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai bentuk sumur gali dengan kedalaman tertentu yang berfungsi sebagai tempat menampung air hujan yang jatuh di atas atap rumah atau daerah kedap air dan meresapkannya ke dalam tanah.

Manfaat sumur resapan adalah:
Mengurangi aliran permukaan sehingga dapat mencegah / mengurangi terjadinya banjir dan genangan air.
Mempertahankan dan meningkatkan tinggi permukaan air tanah.
Mengurangi erosi dan sedimentasi
Mengurangi / menahan intrusi air laut bagi daerah yang berdekatan dengan kawasan pantai
Mencegah penurunan tanah (land subsidance)
Mengurangi konsentrasi pencemaran air tanah.


Vertikal Garden 

 


Vertical garden adalah beberapa jenis tanaman yang ditanam dengan mengunakan media tertentu, misalnya dengan metode hidropik menggunakan geotextile, dan ditata di dinding dengan menggunakan modul (untuk penempatan tanaman) dan mendapatkan pengaturan secara otomatis untuk pemeliharaan secara khusus.

Yang perlu diperhatikan pada saat membangun vertical garden adalah jenis tanaman yang digunakan –tergantung lokasi dinding apakah membutuhkan sinar matahari penuh atau tidak. Untuk Jenis tanaman yang sedikit membutuhkan sinar matahari, antara lain : seperti : kadaka, bromeliad, tanduk rusa. Dan perlu penyiraman yang teratur, karena tingginya penguapan.

 Siasat pembuatan vertical garden tidak hanya membuat lingkungan yang sempit menjadi indah namun juga dapat menjadikan suhu lingkungan turun-menjadi lenbih dingin- karena efek isolasi panas dan absorpsi sinar matahari. Selain itu berfungsi juga untuk menyerap polusi udara dan memberikan kesegaran pada lingkungan vertical garden.